Fungsi Performatif Firman Allah dalam Transisi Kepemimpinan
Studi Eksegetis atas Yosua 1:1-9
Kata Kunci:
Yosua 1:1-9, firman ilahi, teori tindak tutur, transisi kepemimpinan, eksegesis Perjanjian LamaAbstrak
Artikel ini mengkaji fungsi performatif firman Allah dalam Yosua 1:1-9 dengan menggunakan eksegesis biblika Perjanjian Lama sebagai metode utama yang diperkaya oleh analisis naratif dan teori Tindak Tutur sebagaimana dirumuskan oleh J. L. Austin dan John R. Searle, serta dikembangkan secara teologis oleh Kevin J. Vanhoozer dan Nicholas Wolterstorff. Penelitian ini bertolak dari kesenjangan dalam studi Yosua 1:1-9. Kajian terdahulu telah menekankan isi teologis firman ilahi, struktur naratif, mandat kepemimpinan, ketaatan, dan janji penyertaan Allah, tetapi belum secara sistematis menganalisis ujaran ilahi sebagai tindakan komunikatif. Berdasar eksegesis dan pembacaan naratif terhadap konteks, struktur, serta bentuk ujaran, teori Tindak Tutur digunakan sebagai kerangka analisis pragmatik untuk membedakan isi lokusi, daya ilokusi, dan tujuan perlokusi firman Allah. Penelitian ini berargumen bahwa ujaran ilahi berfungsi terutama melalui tindak tutur komisif, direktif, dan deklaratif yang mengikat Allah pada janji-Nya, memberi kewenangan kepada Yosua sebagai penerus Musa, serta membentuk keberanian dan ketaatan dalam pelaksanaan mandat kepemimpinan. Temuan menunjukkan bahwa teori Tindak Tutur mempertajam eksegesis dengan menjelaskan bukan hanya apa yang dikatakan Allah, tetapi juga apa yang dilakukan Allah melalui firman-Nya. Kontribusinya bersifat metodologis dan teologis dalam pembacaan narasi PL serta pembentukan legitimasi kepemimpinan melalui komunikasi ilahi yang menuntut respons iman dan ketaatan Yosua.
Unduhan
Referensi
Adigun, Olusegun James, dan Adebayo Ola Afolaranmi. "Old Testament Succession Plans As Models for Contemporary Time Leadership: An Appraisal." REFLEXUS – Revista Semestral de Teologia e Ciências Das Religiões 19, no. 1 (2025), 213–30. https://doi.org/10.20890/reflexus.v19i1.3033.
Auld, A Graeme. Yosua, Hakim-Hakim, dan Rut. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2017.
Austin, J. L. How to Do Things with Words. Oxford: Oxford University Press, 1976.
Baker, F. L. Sejarah Kerajaan Allah 1: Perjanjian Lama. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1951.
Boice, James Montgomery. Joshua: An Expositional Commentary. Grand Rapids: Baker, 2006.
Briggs, Richard S. Words in Action: Speech Act Theory and Biblical Interpretation. Edinburgh: T&T Clark, 2004.
Brueggemann, Walter, Theology of the Old Testament: Testimony, Dispute, Advocacy. Minneapolis: Fortress, 1997.
Cook, John A. Time and the Biblical Hebrew Verb: The Expression of Tense, Aspect, and Modality in Biblical Hebrew. University Park: Eisenbrauns, 2012.
Gulo, Yusak Kurniawan, dan Melianus Hura. “Integritas Kepemimpinan Yosua dan Implikasinya bagi Pemimpin Umat Tuhan Masa Kini.” Jurnal Teologi Injili 3, no. 2 (2023): 94–112. https://doi.org/10.55626/jti.v3i2.55.
Herianto, Tjatur, ‘KEBANGKITAN YESUS : ANALISIS NARATIF INJIL’, Melintas, 35 (2019), 57–76
Jenni, Ernst, dan Claus Westermann, peny. Theological Lexicon of the Old Testament. Diterjemahkan oleh Mark E. Biddle. Peabody: Hendrickson, 1997.
Mulder, D. C. Kitab Yosua. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2015.
NaudÃ, Jacobus A., dan Cynthia L. Miller-NaudÃ. "HISTORICAL LINGUISTICS, EDITORIAL THEORY , AND BIBLICAL HEBREW. THE CURRENT STATE OF THE DEBATE." Jurnal for Semitic 25, no. 2 (2017): 833–64. https://doi.org/https://doi.org/10.25159/1013-8471/2558.
Nelson, Richard D. Joshua: A Commentary. Louisville: WJK, 1997.
Römer, Thomas. The So-Called Deuteronomistic History: A Sosiological, Historical and Literary Introduction. London: T&T Clark, 2005.
Searle, John R. Expression and Meaning: Studies in the Theory of Speechs Acts. Cambridge: Cambridge University Press, 1979.
Searle, John R. Speech Acts: An Essay in the Philosophy of Language. Cambridge: Cambridge University Press, 1969.
Sinaga, Sahat Martua, ‘Prinsip Rendah Hati Dalam Kepemimpinan Yosua Sebagai Teladan Pemimpin Masa Kini’, Harvester: Jurnal Teologi Dan Kepemimpinan Kristen, 06 (2021), 1–19.
Siringoringo, Radiman, dan Salomo Sihombing. “Allah, Tanah, dan Manusia: Mengurai Masalah Relasi Ketiganya Berdasarkan Yosua 21:43-45.” Sola Gratia: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika 5, no. 2 (2025): 392–409. https://e-journal.sttaletheia.ac.id/index.php/solagratia/article/view/320/170.
Thiselton, Anthony C. New Horizons in Hermeneutics. Grand Rapids: Zondervan, 1992.
Vanhoozer, Kevin J. Is There a Meaning in This Text? The Bible, the Reader, and the Morality of Literary Knowledge. Grand Rapids: Zondervan, 1998.
Waltke, Bruce K., dan Michael Patrick O’Connor. An Introduction to Biblical Hebrew Syntax. University Park: Eisenbrauns, 1990.
Waruwu, Lestariani, dan Bimantoro. “Kepemimpinan Yosua: Model Kepemimpinan Berbasis Iman dan Ketaatan.” DOREA: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristiani 3, no. 1 (2025): 29–38. https://ojs.sttcianjur.ac.id/index.php/dorea/article/view/53.
Wolterstorff, Nicholas. Divine Discourse: Philosophical Reflections on the Claim That God Speaks. Cambridge: Cambridge University Press, 1995.
Woundstra, Marten H. The Book of Joshua. Grand Rapids: Eerdemans, 1981.
Ywana, Satya Mega, dan Yanto Paulus Hermanto. “Paradigma Kepemimpinan Berbasis Wahyu dalam Yosua 1:1-9: Analisis Teologi Deuteronomistik atas Legitimasi dan Suksesi.” EDULEAD: Journal of Christian Education and Leadership 7, no. 1 (2026): 75–82. https://doi.org/10.47530/edulead.v7i1.323
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Artikel ini mengikuti ketentuan Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Hak Cipta (c) 2026 Verbum Christi: Jurnal Teologi Reformed Injili. Hak tersebut dipegang jurnal dengan sepengetahuan penulis.